CIREBON, (cirebonbagus.id).- Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Cirebon, Abraham Mohamad mengkritik Bupati Cirebon, H Imron soal mutasi yang terus-terusan molor. Sebab, kata Abraham, sampai sekarang belum jelas juga kapan bakal digelar.
Menurutnya, janji Bupati Cirebon bakal menggelar mutasi sejak akhir tahun 2019. Kemudian diundur bakal digelar Januari dan awal Februari 2020, tetapi nyatanya sampai sekarang belum juga ada kepastian. Hal itu, kata Abraham, menjadi keprihatinan tersendiri dan timbul tanda tanya.
“Kenapa mutasi selalu mundur? Sejak Januari hingga Minggu kedua Februari 2020. Jangan sampai, ada mutasi muatan politis. Sebetulnya ada bergaining apa sih ini?” kata Abraham, Kamis (13/2/2020).
Ia menjelaskan, mutasi harus dilakukan secara transparan. Ia juga menduga molornya mutasi ini lantaran tersandera oleh mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra.
Menurutnya, jika pemerintahan ingin tertib administrasi, seyogyanya mutasi dan rotasi dilakukan di akhir tahun dan awal tahun.
“Sehingga mereka bisa menunjukkan pertanggungjawabannya secara utuh. Ini juga untuk mengukur keberhasilan secara akuntabel dan integritas pejabat yang bersangkutan,” ungkap Abraham.
Ia mengaku, dampak dari molornya mutasi dan rotasi ini sangat jelas secara psikologis dirasakan oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Cirebon. Sehingga, kinerja para ASN pun malas.
Sebagai pemimpin, kata dia, Bupati Cirebon harusnya mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan yang telah jatuh akibat kasus mantan bupati sebelumnya.
“Kita bicara profesional dan proporsional. Ini auto kritik pemerintahan Bupati Imron. Sebab, jika dilihat sesungguhnya masyarakat masih belum percaya 90 persen kepada pemerintahan yang sekarang,” kata Abraham. (CIBA-05)




