CIREBON, (cirebonbagus.id).- Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemkab Cirebon, Abraham Mohamad mengaku akan buka ke publik terkait dugaan SKPD di Kabupaten Cirebon yang terindikasi adanya korupsi.
Hal itu disampaikan Abraham Mohamad, kepada sejumlah awak media, bahwa dirinya mengantongi sejumlah data. Diakunya, berisi ratusan data dugaan kebocoran atau korupsi di Pemkab Cirebon.
“Ini saya akan buka ke publik. Hampir semua SKPD di Kabupaten Cirebon terindikasi korupsi. Saya tidak takut sama siapapun. Ini demi Kabupaten Cirebon yang bersih dari korupsi,” tegas Abraham, Jumat (24/7/2020).
Abraham juga menyebutkan, agar DPRD Kabupaten Cirebon segera membentuk Pansus, untuk menyikapi persoalan tersebut. Dirinya mengaku siap memberikan seluruh data dugaan penyimpangan.
“Kalau saja dewan tidak berani membentuk pansus, maka data tersebut akan diserahkan Aparat Penegak Hukum (APH),” tukas Abraham.
“Tujuan saya hanya ingin memperbaiki kondisi dan birokrasi yang ada selama ini. Bupati harusnya respon dengan tujuan saya ini,” paparnya.
Terkait permintaan Bupati Imron yang meminta supaya dia memberikan data ke bupati, menurutnya, tidak perlu. Dia khawatir nantinya justru menjadi bergaining jabatan.
Abraham bersumpah, buka bukaan data bukan untuk meminta jabatan apapun.
“Saya tidak mau ngasih data ke bupati. Kalau ada assesment pun saya tidak akan ikut. Ini saya lakukan supaya mata semua masyarakat terbuka dengan bobroknya birokrasi di Kabupaten Cirebon,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Cirebon, H Imron Rosyadi, enggan menanggapi persoalan tersebut.
Menurutnya, perkataan Abraham bisa benar dan bisa tidak. Namun harusnya, Abraham berkoordinasi terlebih dahulu dengan dirinya apalagi menyangkut persoalan penyimpangan SKPD.
“Saya sih tidak ada urusan dengan dia. Terserah aja, wong datanya saja saya tidak menerima. Ya harusnya berikan data ke sayalah,” tutur bupati.(Effendi/CIBA)




