CIREBON.- Dalam semangat memperingati Hari Kartini, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) menyoroti sosok inspiratif, Annisa Azizzah, sebagai representasi Kartini Masa Kini yang siap siaga berada di garda terdepan transmisi energi listrik.
Annisa sapaannya, seorang perempuan tangguh yang bertanggung jawab memastikan peralatan pada gardu induk dan jaringan transmisi berfungsi dengan bak untuk memastikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Bertugas sebagai Operator Gardu Induk (GI) Sunyaragi Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cirebon, Annisa mampu melakukan evaluasi dan mengidentifikassi segala bentuk kondisi serta anomali yang terjadi di GI Sunyaragi agar penyaluran energi listrik dapat berjalan dengan optimal serta dalam kondisi aman.
Dalam kesehariannya, Annisa memastikan fungsi peralatan gardu induk dan jaringan secara rutin dengan melaksanakan inpeksi dan evaluasi untuk mengindentifikasi kondisi yang perlu diwaspadai seperti suara, aroma atau tampilan insfrastruktur yang terindikasi mengalami anomali atau ketidakwajaran secara kondisi dan fungsinya.
“Kedisiplinan dan kecermatan menjadi hal yang harus dipegang dalam pelaksanaan inspeksi untuk memberikan data yang tepat dan akurat untuk menetapkan tindak lanjut dalam pencegahan kerusakan peralatan dan juga pencegahan gangguan peralatan tenaga listrik,” ujar Annisa.
Ia pun mengatakan bahwa hal yang menjadi tantangan dalam menjalankan tugasnya sebagai Operator GI bukanlah tentang perempuan yang berada di bidang yang dikerjakan oleh laki-laki, tetapi bagaimana dirinya harus siap dan cepat dalam merespon setiap kondisi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan karena dalam kondisi tertentu setiap tindakan yang diambil akan berpengaruh terhadap keandalan pasokan listrik.
“Menjadi Operator di Gardu Induk Sunyaragi merupakan hal yang menantang. Kita tidak bisa menuruti ego, saat momen Idul Fitri kemarinpun, saya tetap siaga untuk memastikan dapat memberikan respon secara cepat dan tepat atas kondisi yang terjadi pada peralatan sehingga dapat memperkecil dampak yang ditimbulkan,” ujar Annisa menuturkan penuh semangat.
Berada di lingkungan gardu induk dengan peralatan listrik yang bertegangan tinggi, Annisa selalu memastikan seluruh tahapan pekerjaan memenuhi peraturan dan prosedur operasional keselamatan kerja, untuk memastikan pekerjaan yang dilakukan tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan kerja dan dirinya sendiri.
Pada kesempatan lain, General Manager PLN UIT JBT, Abdul Salam Nganro, mendukung terwujudnya women empowerment di seluruh unit kerja PLN UIT JBT.
Dimana, kesempatan dan dukungan yang sama diberikan untuk para srikandi PLN UIT JBT dapat berkarya dan berdaya, sejajar dengan kaum laki-laki.
“Srikandi PLN adalah simbol kemajuan dan ketangguhan perempuan Indonesia di era modern. Mereka membuktikan bahwa perempuan mampu mengambil peran penting, bahkan di sektor teknis yang penuh tantangan. Kami bangga atas kontribusi mereka yang tidak hanya menjaga keandalan listrik, tetapi juga menjadi teladan dalam melayani negeri,” ujar Abdul Salam Nganro.
Di momen peringatan Hari Kartini, PLN menyatakan komitmennya untuk mengimplementasikan nilai-nilai Diversity, Equity, and Inclusion (DEI).
Hari Kartini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perempuan tidak hanya menjadi penerang keluarga, tetapi juga penerang negeri melalui dedikasi dan pengabdiannya dalam melistriki nusantara.(Wandi/Arif)