CIREBON.– Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Cirebon menyayangkan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di salah satu perusahaan akibat polemik antara pekerja dan pengusaha. Bahkan, menurut informasi yang diterima, terdapat oknum-oknum yang memaksa karyawan untuk melakukan mogok kerja, hingga akhirnya manajemen perusahaan memutuskan untuk menghentikan seluruh operasional dan mem-PHK seluruh karyawannya.
Ketua DPD APINDO Kabupaten Cirebon, Asep Sholeh Fakhrul, mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menyebut dampaknya sangat besar, tidak hanya bagi para pekerja yang kehilangan mata pencaharian, tetapi juga terhadap iklim investasi di Kabupaten Cirebon.
“Ini sangat menyedihkan karena dampaknya luas. Bukan hanya kehilangan pekerjaan, tapi juga memengaruhi citra Kabupaten Cirebon sebagai daerah tujuan investasi. Iklim investasi terganggu, kenyamanan dan keamanan investor juga dipertaruhkan,” ujar Asep, Selasa (8/4/2025).
Menurutnya, kasus polemik yang terjadi di PT Yihong Novatex telah menarik perhatian nasional hingga internasional. Beberapa perusahaan dari luar daerah bahkan sudah menghubungi APINDO untuk menanyakan kondisi dan stabilitas iklim usaha di Cirebon.
“Ini sudah jadi perhatian global. Saya sendiri sudah dikontak oleh sejumlah perusahaan dari luar Cirebon yang menanyakan soal kondisi perusahaan yang bermasalah ini,” katanya.
Asep menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon saat ini sedang menjadi tujuan utama investasi, khususnya dari negara-negara seperti Taiwan, Tiongkok, dan lainnya. Potensi daerah yang strategis seharusnya menjadi nilai tambah yang didukung oleh semua pihak demi menciptakan suasana kondusif bagi investasi.
“Investor sedang gencar-gencarnya datang. Harusnya ini kita dukung dengan menjaga kenyamanan dan keamanan mereka. Jika investasi berkembang, dampaknya sangat positif bagi masyarakat— lapangan kerja meluas dan ekonomi daerah terangkat,” ungkapnya.
APINDO berharap masyarakat dan seluruh elemen di Kabupaten Cirebon dapat bersama-sama menjaga stabilitas iklim usaha. Asep juga menyoroti adanya laporan dari pengusaha mengenai gangguan yang dilakukan oleh oknum tertentu, bahkan sampai tindakan premanisme, yang menghambat operasional hingga menyebabkan beberapa perusahaan terpaksa menghentikan produksinya.
“Ini keresahan yang nyata. Banyak pengusaha yang melapor ke kami, merasa terganggu oleh ulah oknum-oknum yang justru merugikan dunia usaha. Ini harus jadi perhatian bersama,” tegasnya.
APINDO menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlangsungan investasi di Kabupaten Cirebon serta mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha. (Wandi/Arif)


