Saturday, 17 January 2026
Cirebon Bagus
  • Ciayumajakuning
    • Kabupaten Cirebon
    • Kota Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
  • Ciayumajakuning
    • Kabupaten Cirebon
    • Kota Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
No Result
View All Result
Cirebon Bagus
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi & Bisnis

Bram Herstasning: Multimoda Jadi Kunci Efisiensi Logistik Nasional

17 January 2026
Reading Time: 3 mins read

Menurut Bram Herstasning, logistik merupakan tulang punggung rantai pasok yang telah berkembang sejak awal peradaban hingga era modern sebagai penopang utama perekonomian. Penerapan transportasi multimoda dinilai menjadi strategi krusial untuk menurunkan biaya logistik nasional sekaligus meningkatkan konektivitas dan keberlanjutan.

Oleh: Bram Hertasning

ADVERTISEMENT

Logistik bukanlah hal baru. Dalam benak penulis, logistik merupakan tulang punggung rantai pasok yang memastikan produk berada di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, serta dengan biaya serendah mungkin.

BACAJUGA

Integrasi Mata Uang Lokal Menjadi Faktor Kunci Kepercayaan pada Platform Kripto

KAI Daop 2 Bandung Batalkan Perjalanan KA Ciremai Dampak Banjir di Wilayah Daop 4 Semarang

Bitcoin Tetap Menjadi Pilihan Pembelian Pertama bagi Investor Kripto Pemula di Indonesia

Jika ditarik lebih jauh, jejak logistik bermula sejak peradaban manusia pertama, ketika manusia mulai menyadari kebutuhan untuk memasok dan memindahkan barang demi kelangsungan hidup.

Kekaisaran Mesir (3300 SM hingga 332 SM) telah mengembangkan teknik transportasi dan penyimpanan guna menjaga kestabilan pasokan makanan serta komoditas dasar. Sementara itu, Kekaisaran Romawi (27 SM hingga 476 M) membangun jaringan jalur darat yang dikenal sebagai jalan Romawi untuk mendukung pengangkutan barang, terutama pasukan, ke seluruh wilayah kekuasaannya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, salah satu jalur perdagangan paling terkenal, Jalur Sutra, menjadi penghubung utama antara Timur dan Barat. Dengan demikian, selama berabad-abad logistik telah memasok kebutuhan manusia sejak awal peradaban.

Memasuki era modern, peran logistik tetap krusial. Karena pentingnya sektor ini, World Bank mengembangkan sebuah alat analisis yang kerap dijadikan acuan dalam perumusan kebijakan serta tolok ukur industri logistik dunia, yakni Logistics Performance Index (LPI).

ADVERTISEMENT

Sayangnya, posisi Indonesia mengalami penurunan signifikan. Dari peringkat 46 pada tahun 2018, Indonesia anjlok ke peringkat 63 pada tahun 2023. Tentu, ini bukan posisi yang dapat mengantarkan kita meraih “medali” atau “podium”.

Pemerintah sebagai regulator tentu tidak tinggal diam. Berbagai strategi pengembangan logistik dijalankan, mulai dari transformasi digital layanan logistik, pengurangan biaya transportasi, optimalisasi pemanfaatan tol laut, hingga penguatan konektivitas. Upaya-upaya ini dirancang untuk menurunkan biaya logistik nasional melalui pendekatan yang komprehensif.

Secara umum, tren skor LPI Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif dan bahkan mulai menyusul peringkat LPI Filipina.

Dengan target menurunkan biaya logistik dari 14,29 persen menjadi 8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2045, pemerintah menargetkan capaian setara dengan negara maju yang memiliki biaya logistik rendah. Namun, target ambisius ini menuntut keterlibatan berbagai variabel, seperti pengembangan kawasan logistik terintegrasi serta dorongan penggunaan transportasi multimoda.

Berbicara mengenai multimoda, empat undang-undang transportasi telah mengamanatkan pengembangannya, yakni Pasal 165 ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 55 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Pasal 191 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, serta Pasal 148 UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Dari ketentuan tersebut lahirlah PP Nomor 8 Tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda. Selanjutnya, untuk melaksanakan ketentuan dalam peraturan pemerintah tersebut, ditetapkan Peraturan Menteri Perhubungan PM Nomor 8 Tahun 2012.

Risalah kebijakan yang panjang ini mencerminkan adanya intensi kuat dari regulator untuk membangun ekosistem multimoda yang efisien dan berdaya saing. Hal ini tidak mengherankan, mengingat multimoda merupakan strategi logistik yang membuka cakrawala sekaligus memperluas cakupan distribusi.

Multimoda terbukti efektif dalam mengurangi kemacetan di jalur darat utama. Sebagai contoh, penggunaan kereta api peti kemas dan kapal peti kemas mampu mengurangi kepadatan di Jalur Pantura hingga 47,97 persen hanya dalam satu tahun pertama.

Selain berdampak secara ekonomi, multimoda juga berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan sosial melalui peningkatan aksesibilitas ke wilayah terpencil. Di sisi lain, integrasi multimoda yang baik dapat mengurangi jumlah kendaraan di jalan, yang secara otomatis menurunkan emisi akibat mesin kendaraan yang idle saat kemacetan, sehingga mendukung konsep transportasi berkelanjutan.

Dengan berbagai manfaat tersebut, multimoda dapat disebut sebagai “obat mujarab” melalui penggabungan berbagai moda transportasi, baik laut, darat, maupun udara. Namun demikian, optimalisasi multimoda membutuhkan prasyarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu, seperti pengembangan keterpaduan jaringan prasarana dan pelayanan, serta peningkatan peran dan kapasitas Badan Usaha Angkutan Multimoda.

Bram Hertasning adalah Doktor Kebijakan Publik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Lalu Lintas & Angkutan Pelayaran dan Penerbangan, Badan Kebijakan Transportasi serta merupakan Pengurus Intelligent Transport System (ITS) Indonesia dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

ADVERTISEMENT

BERITATERKAIT

Ekonomi & Bisnis

Integrasi Mata Uang Lokal Menjadi Faktor Kunci Kepercayaan pada Platform Kripto

17 January 2026
Ekonomi & Bisnis

KAI Daop 2 Bandung Batalkan Perjalanan KA Ciremai Dampak Banjir di Wilayah Daop 4 Semarang

17 January 2026
Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tetap Menjadi Pilihan Pembelian Pertama bagi Investor Kripto Pemula di Indonesia

17 January 2026
Ekonomi & Bisnis

Kementerian PU Pulihkan Konektivitas Aceh, Sejumlah Jembatan Terdampak Banjir Kembali Fungsional

17 January 2026
Ekonomi & Bisnis

Perbaiki Konektivitas Pascabencana, Kementerian PU Siapkan Rencana Detail Penanganan Permanen Jalan Tarutung – Sibolga via Batu Lubang

17 January 2026
Ekonomi & Bisnis

Manajemen Risiko dalam Trading: Kenapa Perlindungan Saldo Itu Penting

17 January 2026

BERITATERPOPULER

  • BPJS PBI Nonaktif Massal, Kadinsos Kabupaten Cirebon Akui Lebih 100 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdik Kabupaten Cirebon Klarifikasi Dugaan KKN BKK TIK Tahun 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbongkar! Direksi BPR Karya Remaja Indramayu Mainkan 141 Kredit “Topengan”, Sidang Hari Ini di Pengadilan Tipikor Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Staf PDAM Kabupaten Cirebon, Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat dan Penyerobotan Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selama Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Daop 2 Bandung Amankan 273 Barang Tertinggal Pelanggan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT

BERITATERPOPULER

  • BPJS PBI Nonaktif Massal, Kadinsos Kabupaten Cirebon Akui Lebih 100 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdik Kabupaten Cirebon Klarifikasi Dugaan KKN BKK TIK Tahun 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbongkar! Direksi BPR Karya Remaja Indramayu Mainkan 141 Kredit “Topengan”, Sidang Hari Ini di Pengadilan Tipikor Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Staf PDAM Kabupaten Cirebon, Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat dan Penyerobotan Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selama Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Daop 2 Bandung Amankan 273 Barang Tertinggal Pelanggan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT

BERITATERBARU

Integrasi Mata Uang Lokal Menjadi Faktor Kunci Kepercayaan pada Platform Kripto

17 January 2026

KAI Daop 2 Bandung Batalkan Perjalanan KA Ciremai Dampak Banjir di Wilayah Daop 4 Semarang

17 January 2026

Bitcoin Tetap Menjadi Pilihan Pembelian Pertama bagi Investor Kripto Pemula di Indonesia

17 January 2026

Bram Herstasning: Multimoda Jadi Kunci Efisiensi Logistik Nasional

17 January 2026

Kementerian PU Pulihkan Konektivitas Aceh, Sejumlah Jembatan Terdampak Banjir Kembali Fungsional

17 January 2026
Cirebon Bagus

Kategori

  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Ciayumajakuning
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam

Informasi

  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Advertise
  • Karir
  • Contact

Jaringan Media

  • Sindikasi Indonesia

Copyright @ 2019 - 2023 CirebonBagus.id. All right reserved.

No Result
View All Result
  • Ciayumajakuning
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
  • Kampungku

Copyright @ 2019 - 2023 CirebonBagus.id. All right reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist