CIREBON – Sektor pariwisata Cirebon kian menunjukkan taringnya. Memadukan nilai sejarah keraton yang kental dengan modernitas aksesibilitas, kota ini terbukti sukses menarik minat wisatawan lintas batas. Fenomena inilah yang dikupas tuntas dalam acara bincang santai bertajuk “Wisata Cirebon: Mendatangkan Wisatawan Domestik sampai Mancanegara” yang digelar pada Minggu (25/01/2026).
Bertempat di Kedai Batja, Jl. Moh Toha, acara yang diinisiasi oleh KBBI ini menghadirkan Fajar Bahari dari Felcia Tour Cirebon sebagai pemateri utama. Suasana diskusi berlangsung hangat, pecah, dan penuh antusiasme dari para peserta yang hadir sejak pukul 12.30 WIB.
Kolaborasi Sejarah dan Modernitas
Dalam paparannya, Fajar Bahari menekankan bahwa kunci utama daya tarik Cirebon saat ini adalah kemampuannya menjaga “wajah asli” sejarahnya namun tetap terbuka pada kemudahan teknologi dan transportasi. Wisatawan kini tidak lagi kesulitan menjangkau situs-situs bersejarah berkat akses yang makin terintegrasi. Kegiatan ini juga di hadiri komunitas cirebon history.
Sesi Tanya Jawab yang Dinamis
Keseruan acara memuncak saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta yang terdiri dari pegiat wisata, komunitas lokal, hingga mahasiswa sangat aktif melemparkan pertanyaan kritis sekaligus ide-ide segar.
Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama dan harapan agar kolaborasi antar sektor pariwisata di Cirebon terus menguat. Bagi yang terlewat, info lebih lanjut mengenai kegiatan serupa dapat dipantau melalui akun Instagram @kbbiofficial. (Arif/CIBA)
Cirebon Memikat: Menilik Strategi Wisata Domestik hingga Mancanegara di Kedai Batja