(ki-ka) Adella Erwina – Business Head Reliance Finance, Ibu Wiwi – Perwakilan dari Pemilik Warung Pengguna Aplikasi Dagangan, Wismaya Adi – VP of Business Development Dagangan
KOTA CIREBON.- Dalam upaya memperkuat ekosistem UMKM dan mendukung keberlanjutan usaha warung di Indonesia, Dagangan dan Reliance Finance resmi meluncurkan Program WiraDana (Wirausaha Berdana) dengan total pembiayaan modal usaha sebesar Rp 25 miliar. Program ini bertujuan untuk memberikan akses pembiayaan bagi pemilik warung agar dapat mengelola arus kas dan stok barang dengan lebih efektif.
Data Euromonitor tahun 2021 menunjukkan bahwa dari 3,61 juta ritel di Indonesia, sebanyak 3,57 juta di antaranya berbentuk toko atau warung tradisional. Kontribusi warung tradisional terhadap pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 51,67%, menjadikannya salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Namun, banyak pemilik warung masih menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan akses modal usaha. Survei DSInnovate tahun 2021 mencatat bahwa 51,2% pelaku UMKM mengalami kesulitan dalam mengakses pembiayaan dari perbankan.
Sebagai solusi atas tantangan tersebut, Dagangan bersama Reliance Finance mengadakan kegiatan Peluncuran Program WiraDana (Wirausaha Berdana) melalui Fitur Bayar Tempo Dagangan & Reliance Finance di Cirebon. Program WiraDana dirancang untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi pemilik warung yang telah menjadi pengguna aplikasi Dagangan. Melalui fitur Bayar Tempo di aplikasi Dagangan, pemilik warung dapat membeli stok barang secara fleksibel dengan opsi pembayaran yang lebih terjangkau. Dagangan berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan warung dengan lembaga keuangan, sementara Reliance Finance menyediakan skema pembiayaan yang aman, mudah dan terjangkau.
Wismaya Adi, VP of Business Development Dagangan, menuturkan, “Kami memahami bahwa salah satu tantangan terbesar bagi pemilik warung tradisional adalah akses permodalan. Oleh karena itu, kami menggandeng Reliance Finance untuk menghadirkan Program WiraDana sebagai solusi pembiayaan yang mudah, aman, dan dapat diakses langsung melalui aplikasi Dagangan. Dengan adanya fitur Bayar Tempo, kami berharap semakin banyak warung yang dapat mengembangkan usahanya tanpa terbebani masalah arus kas.”
Target awal pembiayaan modal usaha dalam Program WiraDana ini mencapai Rp 25 miliar dan akan disalurkan kepada lebih dari 10 ribu UMKM warung aktif dan di aplikasi Dagangan.
Siti Azizah, Deputi Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, mengapresiasi inisiatif ini dan menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mendukung UMKM warung. “Warung tradisional memiliki peran strategis dalam mendorong konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi nasional. Program seperti WiraDana sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan usaha warung, sekaligus memperkuat daya saing UMKM di era digital. Ke depan, kami akan terus mendorong kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah guna meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro.”
Adella Erwina, Business Head Reliance Finance, menambahkan, “Sebagai penyedia layanan keuangan, kami melihat potensi besar dalam berkolaborasi dengan Dagangan. Melalui skema Business-to-Business-to-Consumer (B2B2C) dengan closed-loop ekosistem rantai pasok berbasis digital untuk menyediakan pembiayaan produktif bagi ribuan warung. Dagangan membantu kami dalam proses verifikasi berdasarkan riwayat pembelian di aplikasi mereka. Hal ini memungkinkan kami untuk menyalurkan pembiayaan dengan lebih tepat sasaran dan efisien serta mendorong penguatan ekosistem rantai pasok.”
Dengan peluncuran Program WiraDana, Dagangan dan Reliance Finance menegaskan komitmen mereka untuk mendukung pertumbuhan UMKM warung di Indonesia. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi tantangan permodalan yang kerap dihadapi oleh pemilik warung, serta membuka peluang bagi mereka untuk berkembang secara berkelanjutan. (Arif/CIBA)