CIREBON, (Cirebonbagus.id).- Menjelang perayaan Idul Fitri 2024, Dinas Perencanaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon melakukan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur terutama jalan akibat dampak musim penghujan. Perbaikan jalan menempatkan 93,878 persen jalan di Kota Cirebon dalam kondisi mantap.
Saat ini sebagian jalan maupun drainase sedang dalam proses pemeliharaan terutama jalan utama dan jalur ekonomi di Kota Cirebon. DPUTR Kota Cirebon menerjunkan tim dalam menangani perbaikan jalan sehingga tidak menjadi kendala bagi pengendara untuk melintas.
Demikian diungkapkan Kepala DPUTR Kota Cirebon, Rachman Hidayat ST terkait perbaikan jalan di Kota Cirebon, Senin (25/3/2024). Rachman mengatakan sejumlah jalan terus dilakukan perbaikan terutama menghadapi Idul Fitri 1445 H mendatang.
“Tentu para pemdik yang datang dari berbagai daerah akan memenuhi wilayah Kota Cirebon. Selain tentunya warga Kota Cirebon ingin menikmati perjalanan menikmati Kota Cirebon dengan nyaman,” ungkap Rachman.
Rachman menambahkan saat ini kondisinya dari 159 KM jalan yang ada di Kota Cirebon 93,878 persen dalam keadaan mantap. Tentunya kondisi ini berada di atas daerah lain yang ada di Ciayumajakuning.
“Sebagai wilayah Pariwisata tentunya Kota Cirebon menjadi tujuan pendatang sehingga kondisi jalan harus diperhatikan,” kata Rachman.
Perbaikan jalan yang sudah dilakukan diantaranya jalan DR Ciptomangunkusumo, Ciremai Raya, Pemuda, RA Kartini, wilayah Gunung Sari, Majasem, Kesambi dan lainnya.
Kondisi jalan yang rusak sering menyebabkan kecelakaan, bahkan mengakibatkan jatuh korban dan kerugian harta benda akibat terperosok atau terserempet atau ditabrak kendaraan lain saat menghindari jalan rusak tersebut.
Dengan kondisi itulah DPUTR terus melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan. Meski sudah mencatat jalan mantap hingga 93,878 persen DPUTR terus melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan.
Salah satu jalan yang dilakukan perbaikan jalan Tentara Pelajar, Angkasa Raya, Perjuangan, Majasem dan Siliwangi.
DPUTR juga melakukan perbaikan saluran sehingga mengurangi aliran air menggenang ketika hujan. Kendala utama adanya banjir akibat banyak saluran yang tertutup sampah sehingga terjadi genangan termasuk di jalan.
“Kami tentunya berharap masyarakat ikut membantu dalam penanganan sampah sehingga tidak menutup saluran,” kata Rachman.
Salah seorang warga Kesambi, Maman mengatakan pihaknya sudah merasakan adanya perbaikan jalan sehingga membantu usaha ojek online (Ojol) berjalan baik.
“Dua bulan kemarin sejumlah jalan di Kota Cirebon dalam keadaan rusak akibat banjir. Sekarang sejumlah jalur sudah kembali mulus,” ujar Maman. (Arif/CIBA)




