CIREBON.- Majelis Komunikasi Alumni Ponpes Babakan Ciwaringin (Makom Albab) mengembangkan wakaf produktif dengan pengelolaan yang maksimal.
Pengembangan dilakukan melihat potensi wakaf di Indonesia cukup besar mencapai 180 Triliun setiap tahun.
Namun secara kelembagaan baru tergalang sekitar 3 Triliun yang dapat dikumpulkan.
Demikian diungkapkan Direktur Wakaf, KH Zaenuri Anwar disela-sela talkshow Perwakafan di Aula Kantor Bupati Cirebon, Minggu 7 Desember 2025.
“Melihat besarnya potensi tersebut tentunya Makom Albab ingin berkiprah sehingga wakaf dapat dikelola dengan produktif dan berdampak kepada umat,” ungkap Zaenuri didampingi Ketua Makom Albab Cirebon, Drs. Bambang Idris S.Pd.
Zaenuri menambahkan selama ini ada pandangan yang kurang tepat dimana wakaf itu hanya berupa tanah dan bangunan.
Tentu hal ini kurang tepat dan tidak mengikuti jaman dimana wakaf bisa berupa uang, barang, dan lainnya.
“Jaman dulu wakaf itu hanya berpatokan tidak boleh hilang. Namun sekarang kita harus mengubah paradigmanya harus menghasilkan. Wakaf harus hidup dan berkembang tidak boleh statis” ujar Zaenuri.
Wakaf akan menjadi mesin ekonomi baru dengan berbagai pengembangan dan perubahan paradigmanya.
Kegiatan Talkshow melibatkan empat narasumber yang berkompeten di bidangnya. Keempat narasumber yaitu Direktur Pemberdayaan Zakat dam Wakaf Kemenag RI, Prof. DR. H. Waryono Abdul Gofur; Wakil Ketua Pelaksana Wakaf Indonesia, DR H. Tatang Astarudin Soleh; Senior Vice President Ecosystem BSI, H. Muhammad Syukron Habibie dan Tri Megah Securitas, H. Hasbie Soekaton.
Peserta datang bukan hanya pengurus Makom Albab tapi banyak alumni Ponpes Babakan yang hadir dari berbagai daerah.
Sementara Ketua Makom Albab, Kombes Pol DR Zuhana Zulfan mengatakan potensi yang dimiliki alumni Ponpes Ciwaringin sangat besar.
“Puluhan bahkan ratusan ribu alumni tentunya menjadi potensi berharga yang dapat dikembangkan,” kataa Zulfan.
Zulfan mengatakan potensi sangat besar apalagi sejumlah alumni bekerja di lembaga atau memiliki kiprah cukup mentereng dalam pekerjaannya.
“Tentu saya mendukung Makom Albab mengembangkan wakaf menjadi produktif,” tandasnya. (Arif/CIBA)




