Thursday, 1 January 2026
Cirebon Bagus
  • Ciayumajakuning
    • Kabupaten Cirebon
    • Kota Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
  • Ciayumajakuning
    • Kabupaten Cirebon
    • Kota Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
No Result
View All Result
Cirebon Bagus
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi & Bisnis

Gubernur Jabar: Segera Belanjakan APBD, Utamakan Hibah Bansos

19 March 2020
Reading Time: 3 mins read

BANDUNG, (cirebonbagus.id).- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Dampak Ekonomi dan Penanganan Covid-19 di Jawa Barat di Bale Pasundan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Jabar, Kota Bandung, Kamis (19/3/2020).

Dalam rapat yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Jabar Setiawan Wangsaatmaja dan Ketua TP PKK Jabar Atalia Ridwan Kamil ini, Kepala KPwBI Jabar Herawanto melaporkan, pertumbuhan Jabar pada 2019 melambat dibanding 2018 yakni sebesar 5,07 persen.

ADVERTISEMENT

Sementara secara keseluruhan, KPwBI Jabar memperkirakan tahun ini perekonomian provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia ini berada di rentang 4,6 hingga 5,1 persen.

BACAJUGA

Dari Tipografi Kinetik hingga Masa Depan Media Digital, Duo Machineast dari Malaysia Hadir di BINUS @Medan

Dirut KAI Tinjau Kesiapan Operasional LRT Jabodebek pada Malam Pergantian Tahun

KAI Divre IV Tanjungkarang Pastikan Pasokan Energi Nasional Tetap Terjaga Selama Nataru 2025/2026

Namun, sejak awal 2020 kondisi ekonomi mendapat tantangan akibat dampak Covid-19 sehingga menyebakan ekonomi di triwulan I 2020 diperkirakan bias ke bawah pada rentang 3,7 hingga 4,1 persen.

“Potensi penurunan utamanya bersumber dari penurunan ekspor, investasi, dan tertahannya konsumsi. Dari sisi lapangan usaha, kinerja sektor industri pengolahan dan perdagangan serta konstruksi cenderung melambat,” ujar Herawanto.

ADVERTISEMENT

“Sebagai upaya jangka pendek untuk mengurangi perlambatan ekonomi akibat Covid-19, KPwBI Jabar merekomendasikan stimulus ekonomi berupa percepatan belanja fiskal oleh pemerintah daerah, baik provinsi maupun 27 kabupaten/kota se-Jabar,” tambahnya.

Herawanto pun berujar, industri perbankan di Jabar sudah menerapkan work from home (WFH) bagi sebagian karyawan untuk mendukung social distancing alias jaga jarak interaksi sosial yang dianjurkan pemerintah pusat dan daerah.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Rina Indiastuti memaparkan, pihaknya berkomitmen untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam penanggulangan Covid-19.

“Kami melakukan tes lab Covid-19. Selain itu, Rumah Sakit Pendidikan Unpad akan menjadi tempat penampungan dan perawatan pasien. Kami juga melakukan kajian produk obat yang berpotensi mengendalikan Covid-19,” tutur Rina.

Menurut Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil, Rakor Dampak Ekonomi dan Penanganan COVID-19 ini penting bagi Pemprov Jabar sebagai pengambil keputusan di daerah.

“Semoga forum ini bisa memberikan rekomendasi sehingga kami, pengambil keputusan, bisa mengambil keputusan yang cepat, akurat, terukur, dan rasional,” ucap Kang Emil.

Dalam rakor yang juga diikuti bupati/wali kota se-Jabar atau yang mewakili itu, Kang Emil mengingatkan semua pihak untuk disiplin menerapkan anjuran social distancing.

“Menjaga jarak interaksi sosial (kali ini) sifatnya baru dan tidak semua memahami, jadi tantangan hari ini (terkait Covid-19) bukan perawatan orang sakit, tapi edukasi dan membuat strategi pencegahan penularan,” ucap Kang Emil.

Meski begitu, gubernur tak memungkiri, anjuran bekerja di rumah tidak seluruhnya bisa diterapkan. Selain itu, social distancing berdampak kepada sektor pariwisata khususnya pelaku industri hotel dan restoran.

“Memang saat dikampanyekan diam di rumah, tidak semua pelaku ekonomi bisa melakukan terutama pabrik. Jadi sampai detik ini (pemprov) masih perlu masukan, kira-kira langkah rekomendasi apa,” kata Kang Emil.

“Saya juga titip (kepada) bupati/wali kota untuk berikan insentif (berupa) pengurangan pajak hotel dan restoran. Jangan sampai (mereka) pengunjungnya sedikit, pajak tidak ada insentif akhirnya cash flow industri restoran dan hotel tertinggal dan terjadi PHK. (Pengurangan pajak) bisa dilakukan minggu ini, secepatnya,” tegasnya.

Selain itu, Kang Emil meminta bupati/wali kota di Jabar untuk segera membelanjakan APDB dan membuat rencana aksi pembelanjaan anggaran pemerintah dalam dua bulan ini untuk mengurangi keterlambatan.

“Utamakan hibah bansos (bantuan sosial) nomor satu, (agar) penerima bisa belanjakan (untuk) konsumsi barang dan lain-lain. Terkait pengurangan pajak di level nasional, tentu kami juga rekomendasikan ke Mendagri untuk memastikan industri terdampak bisa melakukan survival dengan baik, dengan pajak yang dikelola pusat,” katanya.

Kang Emil berujar, pihaknya pun ingin mendapatkan masukan terkait sektor informal atau kelas menengah ke bawah yang menggantungkan hidup dari pendapatan harian.

“Misalnya ojol (ojek online). Jika sampai di titik bahwa mereka (sektor) informal menengah bawah ini dilakukan jaringan pengaman sosial, kami butuh tim untuk menghitungnya, (apakah) suplai sembako selama mereka terkendala, atau (bantuan) keuangan, atau penundaan pembayaran tertentu. Perlu secepatnya dikaji,” ujar Kang Emil.

“Dipersilakan ada pergeseran anggaran untuk kedaruratan kesehatan dan jaringan pengaman sosial sampai 29 Mei, tidak perlu mendapat persetujuan DPRD,” tuturnya.

Berikutnya, Kang Emil mendengar laporan dari para kepala daerah atau yang mewakili, mulai dari Kota Bandung, Kab. Majalengka, Kab. Bogor, Kab. Sukabumi, Kota Bekasi, hingga Kota Depok lewat video conference.

Mereka melaporkan berbagai kondisi, mulai dari update ODP (Orang Dalam Pemantauan), imbauan social distancing dan bekerja di rumah, sulitnya mendapatkan masker dan hand sanitizer serta APD tenaga kesehatan, laporan stok kebutuhan pokok terutama kebutuhan gula pasir, hingga turunnya okupansi hotel.

Menutup agenda rakor ini, turut diluncurkan Institut Pembangunan Jawa Barat (InJabar) dan West Java Economic Society (WJES). WJES adalah wadah ekonom, peneliti, pemerhati ekonomi regional Jabar, bekerja sama dengan Bank Indonesia dan ISEI Bandung.
(CIBA-03/Rilis)

ADVERTISEMENT

BERITATERKAIT

Ekonomi & Bisnis

Dari Tipografi Kinetik hingga Masa Depan Media Digital, Duo Machineast dari Malaysia Hadir di BINUS @Medan

01 January 2026
Ekonomi & Bisnis

Dirut KAI Tinjau Kesiapan Operasional LRT Jabodebek pada Malam Pergantian Tahun

01 January 2026
Ekonomi & Bisnis

KAI Divre IV Tanjungkarang Pastikan Pasokan Energi Nasional Tetap Terjaga Selama Nataru 2025/2026

01 January 2026
Ekonomi & Bisnis

KAI Daop 2 Bandung Catat Pergerakan Penumpang Tinggi Selama 2 Minggu Angkutan Nataru 2025/2026, Okupansi Sudah Mencapai 113,3%

31 December 2025
Ekonomi & Bisnis

Manajemen Waktu ala Generasi Muda di Tengah Hidup yang Serba Cepat

31 December 2025
Ekonomi & Bisnis

Mengelola Keinginan di Tengah Penghasilan yang Terbatas

31 December 2025

BERITATERPOPULER

  • Peduli Bencana Sumatera, ARM HA-IPB Menembus Aceh Tamiang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Daop 7 Madiun Terima 17 E-Sertifikat Tanah dari BPN Kabupaten Madiun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantap, Kota Cirebon Borong Penghargaan di Ajang Anugerah Keterbukaan Informasi dan Gapura Sri Baduga 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Permudah Peserta BPJS Ketenagakerjaan, Pakai Aplikasi JMO Klaim Tak Sampai 5 Menit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memaksimalkan Bonus Akhir Tahun Melalui Investasi Reksa Dana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT

BERITATERPOPULER

  • Peduli Bencana Sumatera, ARM HA-IPB Menembus Aceh Tamiang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Daop 7 Madiun Terima 17 E-Sertifikat Tanah dari BPN Kabupaten Madiun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantap, Kota Cirebon Borong Penghargaan di Ajang Anugerah Keterbukaan Informasi dan Gapura Sri Baduga 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Permudah Peserta BPJS Ketenagakerjaan, Pakai Aplikasi JMO Klaim Tak Sampai 5 Menit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memaksimalkan Bonus Akhir Tahun Melalui Investasi Reksa Dana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT

BERITATERBARU

Dari Tipografi Kinetik hingga Masa Depan Media Digital, Duo Machineast dari Malaysia Hadir di BINUS @Medan

01 January 2026

Dirut KAI Tinjau Kesiapan Operasional LRT Jabodebek pada Malam Pergantian Tahun

01 January 2026

KAI Divre IV Tanjungkarang Pastikan Pasokan Energi Nasional Tetap Terjaga Selama Nataru 2025/2026

01 January 2026

KAI Daop 2 Bandung Catat Pergerakan Penumpang Tinggi Selama 2 Minggu Angkutan Nataru 2025/2026, Okupansi Sudah Mencapai 113,3%

31 December 2025

Manajemen Waktu ala Generasi Muda di Tengah Hidup yang Serba Cepat

31 December 2025
Cirebon Bagus

Kategori

  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Ciayumajakuning
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam

Informasi

  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Advertise
  • Karir
  • Contact

Jaringan Media

  • Sindikasi Indonesia

Copyright @ 2019 - 2023 CirebonBagus.id. All right reserved.

No Result
View All Result
  • Ciayumajakuning
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
  • Kampungku

Copyright @ 2019 - 2023 CirebonBagus.id. All right reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist