CIREBON, (cirebonbagus.id).-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon meminta Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan sekolah ditunda terlebih dahulu. Hal ini disebabkan adanya lonjakan kasus Terkonfirmasi Covid-19 di wilayah Kabupaten Cirebon.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni mengatakan, untuk KBM sebaiknya ditunda terlebih dahulu karena melihat kondisi saat ini.
“Dengan adanya kasus yang kini semakin meningkat kami meminta supaya KBM yang rencananya akan dibuka ditunda terlebih dahulu sampai adanya penurunan kasus Covid-19,” Katanya.
Enny menambahkan kalaupun tetap melakukan KBM, pihaknya menyarankan agar proses KBM harus dengan menjalankan protokok kesehatan yang cukup ketat.
“Kita simulasi dahulu kalaupun ada KBM dan harus yang Masuk Zero Covid-19 dimana dari 40 Kecamatan yang masuk zero Corona yakni Kecamatan Greged, Waled dan Pangenan,” tambahnya.
Ia juga mengatakan meskipun tiga kecamatan yang akan melakukan KBM secara simulasi terlebih dahulu, pihaknya menginginkan adanya pemantauan selama 14 hari KBM.
“Kita lihat selama 14 hari anak anak melakukan KBM kita melakukan pengawasan dari mulai anak itu datang kita cek suhu tubuhnya dan kita juga melihat apakah orang tua anak itu melakukan perjalanan ke daerah Episentrum tidak jadi selama 14 hari kita awasi,” katanya.
Disinggung soal anggaran, Enny mengatakan, kalau anggaran sekolah itu sudah masuk di anggaran Disdik. Menurutnya kalau pihak Disdik sudah tahu karena ada verifikasi untuk protokol kesehatan di sekolah masing-masing.
“Jadi Disdik sudah tahu berapa sih kesiapan dari tempat cuci tangan karena setiap ruangan kelas harus ada tempat cuci tangan. kemudian thermogunnya sudah punya apa belum dan untuk jumlah siswa dalam satu ruangan nanti dalam seharinya itu berapa orang, katanya 16 orang dari 32 siswa dan siswa juga harus pake Face Shield,” tambahnya. (CIBA-07)





