CIREBON.- Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menanggapi persoalan yang menimpa seorang gadia asal Cirebon yang nekad mau bunuh diri diduga akibat persoalan tidak bisa sekolab karena persoalan biaya.
Melalui ungggahan Tik Tok Kang Dedi Mulyadi menyampaikan dia sudah mengangkat Mon menjadi anak asuh agar dapat meneruskan sekolah lagi.
KDM juga menhampaikan sudah memberikan biaya perawatan akibat persoalan tersebut.
“Saya akan menanggung biaya dia sekolah hingga lulus kelas 3 SMA. Tentunya melalui jalur sesuai aturan yang berlaku,” ungkap KDM dalam akun Tik Toknya.
KDM menambahkan tentunya bila Mon memilki keingina masuk Perguruan Tinggi pihaknya juga akan mendorong termasuk biayanya.
“Saya juga sudah menugaskan ajudan untuk menyelesaikan persoalan tagihan Rumah Sakit,” tandasnya.
Sementara Advokat dan Ketua LBH Badan Pejuang Demokrasi Kota Cirebon, A Faozan TZ SH MH yang mendampingi keberadaan Mon mengaku senang dengan langkah cepat KDM.
“Saya tentu memberikan apresiasi terhadap langkah ini dengan bentuk keseriusan membayar biaya RS. Kemudian tadi ajudan sudah mengambil ijasah Mon di Ponpes Madinatun Najah Kota Cirebon,” kata Faozan.
Kemudian Mon sudah diminta KDM untuk mendaftar sekolah ke SMAN 1 Cirebon.
“Kami juga berharap pemerintah tetap akan memperhatikan kelangsungan nasib Mon. Karena Mon selama ini termasuk siswa cerdas tapi tempat tinggal saja dia hak ada,” tandasnya.
Sebelumnya seorang remaja 17 tahun bernama Mon bin Nono Carli warga Kec Gunungjati Kab Cirebon, nekat meminum racun pembersih lantai diduga akibat depresi karena putus sekolah. (Arif/CIBA)