KOTA CIREBON.- Sebelum Imlek hingga Cap Go Meh selalu turun hujan. Mengapa selalu turun hujan ketika menjelang Imlek hingga Cap Go Meh.
Bagi masyarakat Tionghoa, hujan saat Imlek memiliki makna khusus. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa hujan yang turun di awal tahun baru merupakan pertanda keberuntungan, berkah, dan kemakmuran.
“Semakin deras hujan yang turun, semakin besar pula keberuntungan yang dipercaya akan datang,” demikian diungkapkan Tokoh Masyarakat Tionghoa Cirebon, Jeremy Huang Wijaya, Sabtu 1 Februari 2025.
Jeremy menambahkan seperti dketahui Imlek adalah tahun baru menyambut musim semi.
Sehingga pada masa menjelang Imlek hingga Cap Go Meh pasti turun hujan dan penanggalan Internasional di bulan Januari atau Februari. Pada bulan tersebut Curah Hujan tinggi.
“Dan warga Tionghoa mengharapkan sekali turunnya hujan di malam Imlek untuk menyuburkan lahan pertanian, dan dipercaya turun hujan di malam Imlek akan ada rejeki berlimpah di tahun baru, hujan lambang rejeki yang berlimpah,” kata Jeremy.
Oleh sebab itu banyak yang berdoa supaya turun hujan sehingga bisa menyuburkan pertanian untuk dapat tanam pohon dan buah.
Jika tidak ada hujan di malam Imlek tidak ada rejeki. Dewa langit turun kan hujan di malam Imlek atas permintaan Dewa Bumi karena Dewa Bumi merasa iba kasian kepada para petani yang akan bercocok tanam.
Hujan yang turun saat perayaan Imlek memiliki makna membawa pertanda baik. Sebab, hujan dalam tradisi Tionghoa melambangkan keberkahan rezeki, dan kemakmuran. Hujan yang turun di Tahun Baru Imlek sendiri diyakini membawa kesuburan dan membersihkan energi negatif. (Arif/CIBA)
Kota Cirebon dan Sekitarnya Diguyur Hujan, Pertanda Berkah Bagi Masyarakat Tionghoa