Tuesday, 17 February 2026
Cirebon Bagus
  • Ciayumajakuning
    • Kabupaten Cirebon
    • Kota Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
  • Ciayumajakuning
    • Kabupaten Cirebon
    • Kota Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
No Result
View All Result
Cirebon Bagus
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi & Bisnis

Laporan UNDP: Perkembangan AI Berpotensi Memperlebar Kesenjangan Pembangunan Global

03 December 2025
Reading Time: 3 mins read

Kecerdasan buatan (AI) yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan ketimpangan antar negara dengan memperlebar kesenjangan kinerja ekonomi, kemampuan masyarakat, dan sistem tata kelola, menurut laporan baru dari United Nations Development Programme (UNDP).

Laporan berjudul ” The Next Great Divergence : Why AI May Widen Inequality Between Countries” (Divergensi Besar Berikutnya: Mengapa AI Dapat Memperlebar Ketimpangan Antar Negara) menyoroti bahwa negara-negara memasuki era AI dengan tingkat kesiapan yang berbeda. Tanpa kebijakan yang tepat, kesenjangan tersebut dapat meningkat dan menghambat kemajuan pembangunan.

ADVERTISEMENT

Kawasan Asia dan Pasifik, rumah bagi 55% populasi dunia, berada di pusat transisi AI. Kawasan ini mencakup lebih dari separuh pengguna AI global, didukung oleh pesatnya inovasi, termasuk dominasi Tiongkok dalam 70% paten AI dan berkembangnya lebih dari 3.100 perusahaan AI baru di enam negara. AI diperkirakan dapat meningkatkan pertumbuhan PDB tahunan kawasan sekitar 2 poin persentase dan menambah hampir 1 triliun dolar AS bagi ASEAN dalam dekade mendatang.

BACAJUGA

Follow Up Sering Terlewat? Pakai AI Agent Barantum Solusinya

Kolaborasi Cegah Kecelakaan, Karang Taruna Kesenden Sosialisasi Kesadaran Berlalu Lintas di Perlintasan Kerucuk

Deklarasi Komitmen Asosiasi Fasilitator dan Konsultan Lingkungan Sosial Berkelanjutan Indonesia (AFILIASI ESG INDONESIA)

“AI berkembang sangat pesat, dan banyak negara masih berada di garis start,” ujar Kanni Wignaraja, Asisten Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur Regional UNDP untuk Asia dan Pasifik. “Pengalaman Asia dan Pasifik menunjukkan betapa cepatnya kesenjangan dapat muncul antara negara yang menguasai AI dan negara yang dikendalikan AI.”

Selama hampir setengah abad terakhir, banyak negara berpenghasilan rendah secara bertahap telah menutup kesenjangan dengan negara-negara berpenghasilan tinggi melalui kemajuan teknologi, perdagangan, dan pembangunan. “Era konvergensi” ini membawa peningkatan signifikan dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pendapatan. Laporan tersebut memeringatkan bahwa tanpa intervensi kebijakan yang inklusif, AI dapat mengikis konvergensi ini.

ADVERTISEMENT

Kesiapan digital di kawasan ini masih sangat beragam. Negara-negara seperti Singapura, Korea Selatan, dan Tiongkok telah berinvestasi besar dalam infrastruktur dan keterampilan AI, sementara negara lain masih berupaya memperkuat akses dasar dan literasi digital. Perbedaan ini, ditambah dengan keterbatasan infrastruktur, keterampilan, kapasitas komputasi, dan tata kelola, membatasi kemampuan negara untuk memanfaatkan manfaat AI secara optimal dan justru meningkatkan risiko seperti hilangnya pekerjaan, eksklusi data, serta meningkatnya permintaan energi dan air dari sistem AI yang intensif.

“Kemajuan AI harus berjalan seiring dengan penggunaan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Ketika sistem AI mendorong meningkatnya kebutuhan akan air dan energi, hal ini mengingatkan kita bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengorbankan kelestarian bumi. Karena itu, fokus negara-negara pada perencanaan terpadu air–energi–pangan menjadi semakin penting. Dengan menyelaraskan pengembangan AI dengan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, negara-negara, termasuk Indonesia, dapat membangun masa depan AI yang inovatif sekaligus ramah lingkungan,” ujar Sara Ferrer Olivella, Kepala Perwakilan UNDP Indonesia.

ADVERTISEMENT

Perempuan dan pemuda menghadapi kerentanan tertentu. Pekerjaan yang dilakukan perempuan hampir dua kali lebih rentan terhadap otomatisasi, dan lapangan kerja generasi muda telah berkurang di bidang-bidang yang didominasi AI, terutama bagi mereka yang berusia 22–25 tahun, sehingga mengancam awal karier mereka. Di Asia Selatan, prosentase perempuan yang memiliki ponsel lebih rendah (hingga 40% lebih rendah) dibandingkan laki-laki. Selain itu, masyarakat perdesaan dan masyarakat adat seringkali tidak tercakup dalam sistem data AI, sehingga meningkatkan risiko bias dalam algoritma AI dan eksklusi dari layanan esensial.

Di tengah tantangan tersebut, AI juga menawarkan peluang signifikan untuk meningkatkan tata kelola publik. Platform Traffy Fondue di Bangkok telah memproses hampir 600.000 laporan warga, sementara layanan Moments of Life di Singapura memangkas waktu pengurusan dokumen secara drastis. Di Beijing, teknologi digital twin dimanfaatkan untuk perencanaan kota dan mitigasi banjir.

Namun hanya sedikit negara yang memiliki regulasi AI yang komprehensif. Pada 2027, lebih dari 40% pelanggaran data terkait AI diproyeksikan berasal dari penyalahgunaan AI generatif, menegaskan perlunya kerangka tata kelola yang lebih kuat.

“Penentu utama di era AI adalah kapabilitas,” ujar Philip Schellekens, Chief Economist UNDP untuk Asia dan Pasifik. “Negara-negara yang berinvestasi untuk keterampilan, kapasitas komputasi, dan sistem tata kelola yang baik akan mendapatkan manfaat, sementara yang lain berisiko tertinggal jauh.”

Laporan ini membahas tentang cara mengubah risiko itu menjadi jalan menuju kemajuan bersama.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

ADVERTISEMENT

BERITATERKAIT

Ekonomi & Bisnis

Follow Up Sering Terlewat? Pakai AI Agent Barantum Solusinya

17 February 2026
Berita Utama

Kolaborasi Cegah Kecelakaan, Karang Taruna Kesenden Sosialisasi Kesadaran Berlalu Lintas di Perlintasan Kerucuk

16 February 2026
Ekonomi & Bisnis

Deklarasi Komitmen Asosiasi Fasilitator dan Konsultan Lingkungan Sosial Berkelanjutan Indonesia (AFILIASI ESG INDONESIA)

16 February 2026
Ekonomi & Bisnis

Jalur KA Tegowanu – Brumbung Aman Dilalui Usai Genangan Surut dan Dilakukan Penanganan Tim Daop 4, Perjalanan KA Normal Kembali

16 February 2026
Ekonomi & Bisnis

Faktor Penting dalam Menarik Kandidat Executive Berkualitas melalui Employer Branding yang Kuat

16 February 2026
Ekonomi & Bisnis

Perkuat Portfolio Produk Granit Premium, ROMAN Luncurkan Xtra 100×100

16 February 2026

BERITATERPOPULER

  • Ramalan Joyoboyo: Tahun Kuda Api Banyak Bencana, Ini Kata Jeremy Huang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berunjuk Rasa di KPK, SBNI Minta Lembaga Rasuah Tersebut Usut Kasus Korupsi di Purwakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Dominasi Usulan Musrenbang Kesambi 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langkah OJK Tepat, Praktisi Hukum: Pengelola dan Debitur Nakal Bisa Dipidanakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LKP/LPK Grand Wisata Cirebon Perkuat Peran sebagai International Hotel, Cruise Ship dan Center

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT

BERITATERPOPULER

  • Ramalan Joyoboyo: Tahun Kuda Api Banyak Bencana, Ini Kata Jeremy Huang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berunjuk Rasa di KPK, SBNI Minta Lembaga Rasuah Tersebut Usut Kasus Korupsi di Purwakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Dominasi Usulan Musrenbang Kesambi 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langkah OJK Tepat, Praktisi Hukum: Pengelola dan Debitur Nakal Bisa Dipidanakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LKP/LPK Grand Wisata Cirebon Perkuat Peran sebagai International Hotel, Cruise Ship dan Center

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT

BERITATERBARU

Follow Up Sering Terlewat? Pakai AI Agent Barantum Solusinya

17 February 2026

Kolaborasi Cegah Kecelakaan, Karang Taruna Kesenden Sosialisasi Kesadaran Berlalu Lintas di Perlintasan Kerucuk

16 February 2026

Deklarasi Komitmen Asosiasi Fasilitator dan Konsultan Lingkungan Sosial Berkelanjutan Indonesia (AFILIASI ESG INDONESIA)

16 February 2026

Jalur KA Tegowanu – Brumbung Aman Dilalui Usai Genangan Surut dan Dilakukan Penanganan Tim Daop 4, Perjalanan KA Normal Kembali

16 February 2026

Faktor Penting dalam Menarik Kandidat Executive Berkualitas melalui Employer Branding yang Kuat

16 February 2026
Cirebon Bagus

Kategori

  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Ciayumajakuning
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam

Informasi

  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Advertise
  • Karir
  • Contact

Jaringan Media

  • Sindikasi Indonesia

Copyright @ 2019 - 2023 CirebonBagus.id. All right reserved.

No Result
View All Result
  • Ciayumajakuning
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
  • Kampungku

Copyright @ 2019 - 2023 CirebonBagus.id. All right reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist