CIREBON – Penulisan kata kerap menimbulkan perdebatan, apakah yang benar “Ramadan” atau “Ramadhan”.
Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai pedoman resmi bahasa Indonesia, penulisan yang benar adalah Ramadan, tanpa huruf “h”.
Penyesuaian ini sesuai dengan kaidah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), yang mengatur bahwa kata serapan dari bahasa asing disesuaikan dengan struktur bahasa Indonesia. Kata “Ramadhan” yang berasal dari bahasa Arab diadaptasi menjadi “Ramadan” karena dalam bahasa Indonesia tidak mengenal konsonan rangkap seperti “dh”.
Dalam KBBI Edisi VI yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, kata “Ramadhan” juga dicantumkan sebagai bentuk tidak baku dan diarahkan ke bentuk bakunya, yaitu “Ramadan”.
Dengan demikian, penulisan yang tepat dan sesuai kaidah bahasa Indonesia adalah Ramadan.
Apa yang Dimaksud dengan Ramadan?
Menurut KBBI, Ramadan adalah bulan ke-9 tahun Hijriah (29 atau 30 hari), pada bulan ini orang Islam yang sudah akil balig diwajibkan berpuasa. Sementara dikutip dari Buku Siswa Kelas IV, bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh rahmat.
Bulan Ramadan juga disebut sebagai bulan penuh ampunan karena pada bulan Ramadan Allah SWT akan memberikan ampunan kepada orang-orang yang bertobat. Pada bulan ini, Allah juga akan memberikan pahala berlipat ganda bagi orang yang melakukan perbuatan baik pada bulan Ramadan.
Keutamaan Bulan Ramadan
Setelah mengetahui terkait aturan penulisan Ramadan, tak ada salahnya bagi detikers untuk mengetahui keistimewaan dari bulan Ramadan. Melansir dari laman Nahdlatul Ulama, berikut adalah keutamaan bulan Ramadan:
1. Bulan Penuh Berkah
Salah satu keutamaan bulan Ramadan adalah waktu dibukanya pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu. Pada bulan Ramadhan juga terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
2. Bulan Penebus Dosa
Keutamaan selanjutnya adalan bulan penebus dosa. Dijelaskan dalam salah satu hadits, bahwa barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan maka akan diampuni dosa-dosanya hingga datangnya bulan Ramadan berikutnya.
3. Bulan Penuh Pahala
Dalam hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW, disebutkan bahwa siapa pun yang memberi makan kepada orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa Allah SWT akan memberikan keberkahan dan pahala yang besar untuk perbuatan baik seperti memberi makanan kepada orang yang berpuasa.
4. Bulan Bersedekah
Keutamaan lain dari bulan Ramadan adalah bulan yang paling mulia untuk bersedekah.
5. Bulan Penuh Syafaat
Orang-orang yang berpuasa dan membaca Al-Qur’an pada malam Ramadan akan mendapatkan syafaat kelak di hari kiamat.
Demikian penjelasan untuk penulisan kata Ramadan yang benar menurut KBBI.
Selamat menunaikan puasa Ramadan 1447H / 2026M. (Yudi/SININDO)