KOTA CIREBON.- Peradaban Budaya Tiongkok China berasal dari lembah lembah dua sungai besar yaitu Sungai kuning dan Sungai Yang Tze.
Warga Tionghoa-Indonesia menganggap Daratan Tiongkok Utara dikenal sebagai Zhong Yuan(Daratan Tengah) yang dibatasi oleh kedua Sungai besar sebagai Jantung peradaban Tiongkok.
“Wilayah yang dialiri kedua Sungai besar itu memiliki iklim dengan rentang sangat lebar, tanah subur dan curah hujan tinggi, namun cocok digunakan untuk tempat tinggal manusia,”ungkap Sejarawan Tionghoa Jeremy Huang Wijaya, Minggu 23 Maret 2025.
Jeremy menambahkan Tiongkok adalah negeri yang kaya ladang pertanian. Daratan Tiongkok China Utara sangat cocok untuk budi daya beberapa tanaman seperti gandum dan beras.
Situs Situs arkeologis penting di Tiongkok China yang terkait dengan jaman Paleolitik dan Neolitik berada di daratan Tiongkok China Utara atau sekitar nya.
Pada 1929 Fosil Fosil manusia purba yang disebut manusia Peking ditemukan di Zhoukoudian sekitar 50 kilometer sebelah barat daya kota Beijing.
“Manusia Peking yang tinggal di gua dan berburu secara berkelompok dengan alat dari batu itu hidup sekitar 500.000 tahun silam pada jaman Paleolitikum pada 5000 Sm Budaya budaya Neolitik dengan bercocok tanam, barang tembikar tekstil dan pedesaan muncul di lembah lembah Sungai Yangtze dan Sungai Kuning,” kata Jeremy.
Hasilnya, makanan khas China Utara melimpah dengan berbagai jenis mie, dumpling (jiaozi), dan roti datar (bing). Kuliner ini juga terkenal dengan penggunaan daging, terutama daging domba dan sapi, yang tidak hanya memberikan kehangatan tetapi juga nutrisi yang diperlukan untuk bertahan di iklim yang lebih dingin.
“Selain itu, Tiongkok China Utara juga terkenal dengan Mongolian Hot Pot, sebuah hidangan berkuah yang disajikan dengan daging mentah dan sayuran yang dimasak langsung di meja oleh para penikmatnya. Masakan Tiongkok Cina Utara memiliki rasa gurih dan kuat. Masakan ini juga cenderung menggunakan banyak bahan, seperti daging, sayuran, dan makanan laut,”tandasnya. (Arif/CIBA)


