Pemdes Sitiwinangun Jamblang Minta Segera Ditetapkan Jadi Desa Wisata

CIREBON, (cirebonbagus.id).- Pemerintah Desa Sitiwinangun Kecamatan Jamblang terus mendesak Pemerintah Kabupaten Cirebon agar desa tersebut segera dijadikan desa wisata.

Hal tersebut saat acara kunjungan kerja Bupati Cirebon H Imron Rosyadi di wilayah Kecamatan Jamblang.

Kuwu Desa Sitiwinagun, Ratija Brata Menggala mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah mengajukan kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk segera mengeluarkan SK desa wisata untuk Desa Sitiwinangun.

“Karena kami diminta oleh Kemenpar RI untuk menyertakan SK Desa Wisata untuk legalitas karena Kemenpar itu ada program pendampingan untuk desa wisata. Jadi syaratnya harus ada SK bahwa Desa Sitiwinangun sudah menjadi desa wisata,” katanya di sela kegiatan, Kamis (1/10/2020).

Ratija menambahkan, Pemerintah Desa Sitiwinangun sendiri sudah membuat surat untuk pengajuan desa wisata pemerintah daerah melalui Disbudpar dan Bappelitbangda, akan tetapi sampai sekarang belum ada jawaban.

“Surat yang kami ajukan sudah cukup lama sekitar satu tahun yang lalu akan tetapi sampai sekarang belum ada jawaban. Sehingga ketika ada kunjungan kerja pak bupati ke Jamblang saya sampaikan, dan respon pak bupati sangat setuju kalau Desa Sitiwinangun segera dijadikan desa wisata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, desa wisata di Sitiwinangun ini merupakan program pendampingan dari perguruan tinggi bekerja sama dengan Kemenpar RI.

“Kebetulan Desa Sitiwinangan dengan Institut Seni Budaya Indonesia sudah ada MOU. Maka ISBI mengajukan Sitiwinangan ke Kemenpar untuk program pendampingan desa wisata dan dipenuhi. Untuk memenuhi proposal dari ISBI harus dilampirkan SK desa wisata,” katanya

Lanjut Ratija, untuk sarana penunjang agar menjadi desa wisata, pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya.

“Sejak 2016 sudah pemeritah desa sudah mencanangkan desa wisata, dalam hal ini wisata budaya. Karena ikon desa kami kerajinan gerabah. Pemerintah Desa Sitiwinangun sudah menyediakan fasilitas berupa sanggar untuk pelatihan, showroom tempat workshop dan juga masyarakat pengrajin sudah siap untuk menjadi desa wisata,” katanya.

Ia juga mengatakan, selama dirinya menjabat sebagai kuwu (kepala desa) jumlah pengrajin gerabah di Sitiwinangun sangatlah sedikit.

“Dulunya pengrajin ada sekitar 1.000 an berjalan waktu saat saya kuwu ada sekitar 30 pengrajin dan setelah kami mencanangkan menjadi desa wisata alhamdullulah naik seratus persen menjadi 70 pengrajin yang menggembirakan sekarang sudah banyak generasi muda banyak yang tertarik menjadi pengrajin gerabah. Kalau untuk pemasaran malah pembelinya yang datang. Sekarang dominannya wisata murid TK sampai mahasiswa PT dan Luar negeri semua datang,” tambahnya.

Sedangkan, menurut Bupati Cirebon, H Imron Rosyadi terkait adanya usulan sebagian desa yang meminta dikeluarkannya SK desa wisata, ia akan koordinasi dengan Disbudparpora.

“Nanti saya akan koordinasi dengan Disbudparpora terkait desa wisata. Kalau memang desa itu sudah memenuhi kreteria desa wisata ya kita harus keluarkan SK desa wisata. Kalau untuk kepentingan masyarakat jangan di persulit,” katanya. (CIBA-07)

Exit mobile version