CIREBON, (cirebonbagus.id).- Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon masa khidmat 2020-2021 resmi dilantik, Jumat (25/12/2020).
Acara yang berlangsung di Gedung Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon itu mengusung tema “Revitalisasi Pergerakan untuk Mencapai Integrasi yang Dinamis dan Humanis serta Pluralis”.
Ketua pelaksana, Bagus Adi Sutofo mengucapkan banyak terima kasih kepada para pengurus maupun undangan yang sudah datang dalam kegiatan tersebut.
“Meskipun acara yang masih banyak kekurangan ini, sahabat-sahabat PMII datang dengan panggilan jiwanya,” kata Bagus.
Ia berharap, dengan tema yang diusung dalam kegiatan tersebut, diharapkan pula apa yang dicita-citakan oleh pengurus baru ini dapat terwujudkan.
Rahmat Al Bayan, selaku Ketua PMII Cabang Cirebon menyampaikan, pokok-pokok pikiran yang harus diingat para pengurus komisariat yakni terkait struktural dalam organisasinya itu.
“Karena struktural ini tentu mempunyai peran yang sangat urgen dalam menopang organisasi,” kata Rahmat.
Ia menegaskan, para pengurus yang baru ini harus menjadi pelaksana sumber visi. “Tentunya untuk mewujudkan visi itu sendiri dengan melakukan program terukur dan tersistematis,” ujarnya.
Ia juga mengimbau, pengurus yang baru harus memiliki visi jangka panjang dan mampu memiliki komitmen kepentingan kolektif organisasi, dan siap menerima konsekuensi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PMII Komisariat IAIN Syekh Nurjati Cirebon terpilih, Ahmad Syamsudin mengatakan, pelantikan ini diharapkan tidak hanya memandang sebagai momen sakral saja, akan tetapi memahami dan lebih mengetahui tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pengurus.
“Untuk itu, marilah kita satukan ide dan gagasan untuk komisariat dan kemajuan kita ke depannya,” ujarnya.
Ia mengajak para pengurus yang baru dilantik ini untuk bersama mengabdi dan berproses. “Harapannya tentu ke depan bisa jalin komunikasi, koordinasi dan kolaborasi, untuk kemajuan komisariat, karena ini bukan beban, tapi ini sebuah kesempatan,” kata Ahmad. (CIBA-05)




