KOTA CIREBON.- Polres Cirebon Kota menerapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran 2025 di Jalur Arteri Kota Cirebon dan Tol Cipali. Langkah ini dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terus meningkat dalam dua hari terakhir.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menjelaskan bahwa arus balik dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju Jakarta mulai mengalami peningkatan signifikan. Untuk mengatasi kemacetan, kepolisian menerapkan sistem buka tutup di beberapa titik rawan di Jalur Arteri Kota Cirebon.
Menurut AKBP Eko Iskandar, terdapat tiga titik utama yang menjadi fokus rekayasa lalu lintas, yaitu:
Terminal Harjamukti, Lampu Merah Kanggraksan, dan Lampu Merah Pemuda.
“Ketiga titik ini menjadi simpul pertemuan kendaraan arus balik dengan mobilitas warga lokal. Oleh karena itu, sistem buka tutup jalan diterapkan secara situasional untuk mengurai kepadatan,” ujarnya pada Kamis (3/4/2025).
Kapolres menegaskan bahwa rekayasa ini bersifat fleksibel. Jalan akan ditutup sementara saat terjadi kepadatan, dan kembali dibuka ketika arus lalu lintas mulai terurai.
Selain di jalur arteri, kepolisian juga menerima instruksi dari Korlantas Polri untuk menerapkan sistem one way di Tol Cipali.
“One way di Tol Cipali akan diterapkan mulai dari KM 188 hingga KM 70 arah Jakarta. Saat ini, proses sterilisasi jalur sudah dilakukan, termasuk pembersihan di rest area sejak pukul 15.00 WIB,” jelas AKBP Eko.
Sistem one way dijadwalkan mulai diterapkan sebelum pukul 17.00 WIB untuk memperlancar arus balik kendaraan yang semakin meningkat.
Kapolres Cirebon Kota memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 akan terjadi pada Senin (7/4/2025), dengan peningkatan volume kendaraan mulai terasa sejak Jumat (4/4/2025) hingga Minggu (6/4/2025).
“Kami mengimbau para pemudik untuk selalu waspada, menjaga kondisi fisik, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan kembali ke Jakarta,” tutup AKBP Eko.
Dengan berbagai langkah antisipasi ini, kepolisian berharap arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh pemudik. (Wandi/Arif)


