Desember 2025 – Di tengah kehidupan perkotaan yang semakin padat dan aktif hingga larut malam, kota-kota besar seperti Jakarta menghadapi tantangan keterbatasan ruang hiburan publik yang inklusif, mudah diakses, dan bermakna bagi masyarakat. Minimnya alternatif aktivitas positif di malam hari, khususnya bagi anak-anak dan remaja, kerap memicu aktivitas pasif hingga perilaku berisiko.
Menjawab tantangan tersebut, BINUS University menghadirkan sebuah inovasi kreatif bertajuk “Projection in Motion: Light to Enlight”, sebuah konsep mobile projection mapping berbasis sepeda listrik yang membawa hiburan visual sekaligus pesan edukatif langsung ke ruang publik. Inovasi ini memungkinkan pertunjukan seni digital hadir secara fleksibel tanpa bergantung pada infrastruktur besar, biaya tinggi, maupun ruang permanen.
Berbeda dengan projection mapping konvensional yang membutuhkan gedung dan sistem teknis kompleks, Projection in Motion dirancang sebagai medium bergerak yang dapat berpindah dari satu titik ke titik lain, lalu berhenti untuk menghadirkan visual intens dan berpotensi interaktif. Seluruh sistem, mulai dari perangkat proyeksi, casing pelindung, hingga integrasi daya, dirancang dan dirakit secara mandiri oleh tim BINUS University.
Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin yang digagas oleh program DKV New Media – School of Design BINUS University yang bekerja sama dengan program DKV Animation dan program studi Computer Engineering dalam pengembangan konten visual, sistem kelistrikan, perangkat keras, serta instalasi teknologi. Pendekatan kolaboratif ini menjadi fondasi penting agar inovasi dapat berkelanjutan dan terus dikembangkan.
“Pendekatan ini kami pilih agar inovasi bisa berkelanjutan. Bukan hanya sekali tampil, tetapi bisa terus bergerak, hadir di banyak ruang publik, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar Budi Sriherlambang, S.Sn., M in Imagineering., selaku Head of DKV New Media Program.
Aktivasi perdana Projection in Motion dilaksanakan di kawasan Rawabelong, Jakarta Barat, tepatnya di lingkungan Kampung Betawi, yang juga merupakan wilayah pengabdian masyarakat dosen BINUS University. Sebelumnya, tim BINUS University bersama warga setempat telah mengerjakan mural bertema budaya Betawi. Pada malam hari, mural tersebut kemudian “dihidupkan kembali” melalui visual dari Projection in Motion.
Secara global, konsep mobile projection mapping mulai berkembang sebagai medium seni urban, namun penerapannya dalam konteks edukasi publik di Indonesia masih tergolong baru. BINUS University melihat potensi besar inovasi ini sebagai sarana pembelajaran kreatif yang relevan dengan generasi muda serta mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Ke depan, Projection in Motion dirancang untuk dapat berkeliling ke berbagai kota dan ruang publik di Indonesia, membawa konten budaya daerah, edukasi sosial, hingga karya mahasiswa BINUS University. Pengembangan selanjutnya juga diarahkan pada fitur interaktif yang memungkinkan partisipasi langsung masyarakat saat instalasi berada dalam posisi diam.
Melalui inovasi ini, BINUS University membuka peluang kolaborasi dengan berbagai agenda publik dan festival, mulai dari festival cahaya, ruang seni urban, kawasan kreatif, hingga perayaan kota berskala nasional. Inisiatif ini menegaskan peran BINUS University sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif menghadirkan solusi kreatif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan menggabungkan seni digital, teknologi, dan kepedulian sosial, Projection in Motion juga menjadi wujud komitmen BINUS University dalam membangun ruang publik yang lebih hidup, inklusif, dan bermakna—tempat hiburan dan edukasi dapat hadir berdampingan untuk semua lapisan masyarakat.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES



