KABUPATEN CIREBON, (cirebonbagus.id) – SMAN 1 Palimanan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan panen karya Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) kurikulum merdeka bagi pelajar atau siswa kelas X, di lapangan olahraga outdoor setempat, Rabu (15/2/2023).
Kepala SMAN 1 Palimanan, Nugroho Wicokro melalui Humas Yeni Kurniasih mengatakan, kegiatan panen karya P5 wajib dilakukan minimal tiga kali dalam setahun, kali ini pihaknya menggelar untuk yang kedua kalinya.
“Sekarang temanya kita gaya hidup yang berkelanjutan tetapi disitu yang diutamakan adalah karakter positifnya. Terutama terkait dengan peduli sampah, peduli lingkungan utamanya dan ini yang diusung oleh anak-anak tema ‘sebumi sehati’. Kita menyelamatkan bumi itu bagian dari kita berterimakasih juga kepada bumi yang telah membuat kita bisa hidup dan berkembang disini secara aman,” ungkap Yeni, disela-sela kegiatan berlangsung.
Ia menjelaskan, para siswa tergabung dalam suatu kelompok beranggotakan 7 orang bekerja sama mengimplementasikan kreasinya mulai dari mendaur ulang sampah menjadi suatu produk tertentu. Bahkan, menariknya setiap masing-masing kelompok dapat menciptakan suatu kreasi yang berbeda antara satu sama lainnya.
“Dan itu sangat kompleks karena masing-masing kelas juga mempunyai kreatifitas yang tidak terbatas. Termasuk pengolahan yang langsung bisa digunakan, atau dalam bentuk keterampilan yang mempunyai nilai cuan (rupiah) bagi mereka. Bahasanya seperti itu,” ujarnya.
Kurikulum merdeka ini, kata Yeni, berbeda dengan kurikulum 2013 (Kurtilas) yang mana setiap pembelajarannya lebih terstruktur dan cenderung ditetapkan. Namun, kurikulum merdeka ini lebih fokus terhadap kecerdasan pengimplementasian kreasi siswa yang lebih luas.
“Jadi tidak hanya cerdas ketika dikelas, secara menulis, pengetahuan, tapi disini kreasi itu lebih ke keterampilan. Akhirnya menyeluruh membuka peluang terhadap anak yang tadinya hanya diam ternyata dia lebih berkualitas ketika berbicara,” katanya.
“Mungkin dikelas itu tidak terdetek, tapi dalam penyajian seperti ini mereka semua tereksplor kreasinya. Ternyata kan ada yang lebih terampil dari pada dia secara knowledge (pengetahuan), lebih terampil membuat produk. Dia lebih terampil berbicara, dan ternyata dia lebih terampil memenej kelompoknya. Jadi semua terungkap yang sembilan kecerdasan dalam multiple intelegent itu semua terdetek dalam kurikulum merdeka,” sambungnya.
Penerapan kurikulum merdeka ini, diterapkan bagi siswa kelas X. Sedangkan, siswa kelas XI dan XII sementara ini hanya menjadi audiens karena penerapan kurikulum tersebut baru dilakukan pada tahun ajaran sekarang.
Hasilnya, kata dia, akan dinilai oleh tim penilai yang dibentuk sekolah, kemudian diberi penghargaan. Penilaiannya, dilakukan secara menyeluruh mulai dari gagasan ide, proses, hingga produk yang dihasilkan.
“Sampai bagaimana di endingnya seperti apa. Seperti berapa produk yang terjual, nilai ekonominya juga menjadi bagian dari penilaian untuk penghargaan,” pungkasnya. (Arif/CIBA)




