CIREBON – SMA Negeri 1 Sumber menggelar pertemuan lintas jenjang bersama orang tua siswa pada tahun pelajaran 2025/2026. Forum ini menjadi langkah awal sekolah memperkuat peran keluarga dalam mengawal prestasi akademik hingga peluang siswa menembus perguruan tinggi negeri.
Kepala SMAN 1 Sumber, H. Nugro Wicokro, mengatakan pertemuan tersebut awalnya dirancang khusus bagi orang tua siswa kelas X. Namun, demi efektivitas, sekolah menggabungkannya dengan orang tua siswa kelas XI dan XII.
“Ini pertama kalinya kami mengadakan rapat dengan orang tua siswa kelas 10. Karena banyak hal penting yang harus disampaikan, sekalian kami gabungkan dengan kelas 11 dan 12,” ujar Nugro kepada wartawan usai rapat dengan para orang tua siswa, Rabu (29/1).
Dalam pertemuan itu, sekolah menyampaikan arah kebijakan pendidikan Jawa Barat, termasuk nilai Panca Waluya dan program prioritas sekolah. Fokus utama diarahkan kepada siswa kelas XII, khususnya terkait pengawalan status eligible dan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Eligible merupakan status siswa yang memenuhi kriteria akademik untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi. Sementara PDSS adalah basis data resmi berisi nilai rapor dan rekam jejak akademik siswa yang digunakan perguruan tinggi sebagai acuan seleksi. Data PDSS bersifat final dan tidak dapat diubah setelah ditetapkan.
Nugro menegaskan proses ini tidak boleh dianggap sepele karena kuotanya terbatas dan bersifat mengikat.
“Target eligible kami dibatasi 40 persen. Setelah finalisasi, tidak bisa digantikan. Kalau ada yang mundur, kuota itu hilang,” kata Nugro.
Dari total kuota 171 siswa eligible, dua siswa tercatat mengundurkan diri sehingga jumlahnya berkurang menjadi 169. Menurut Nugro, pengunduran diri tersebut dipicu perbedaan pilihan jurusan antara siswa dan orang tua, serta kekhawatiran harus melanjutkan kuliah di luar daerah.
“Kesempatan ini sangat berharga. Kalau tidak diambil, seharusnya dari awal supaya bisa digantikan teman lain,” ujarnya.
Meski hujan mengguyur kawasan sekolah, antusiasme orang tua siswa kelas XII tetap tinggi. Proses pemberkasan PDSS langsung dilanjutkan di lokasi. Hingga saat ini, lebih dari 40 persen siswa SMAN 1 Sumber telah dinyatakan eligible tanpa pungutan biaya apa pun.
Sementara itu, pertemuan dengan orang tua siswa kelas X lebih diarahkan pada pendekatan parenting. Sekolah mendorong peran keluarga menjaga konsistensi prestasi anak agar tidak mengalami kesulitan saat menentukan jurusan di perguruan tinggi.
Ke depan, SMAN 1 Sumber menargetkan peningkatan kuota eligible melalui penerapan e-rapor. Dengan sistem tersebut, peluang siswa masuk jalur prestasi diproyeksikan meningkat hingga 45 persen.
“Kami optimistis dengan rekam jejak SMAN 1 Sumber. Dengan e-rapor, peluang siswa ke perguruan tinggi akan semakin besar,” pungkasnya. (Afif/CIBA)


