TKKT V Kota Cirebon Diundur, Karang Taruna Jabar Imbau Jaga Soliditas

CIREBON, – Pelaksanaan Temu Karya Karang Taruna (TKKT) V Kota Cirebon yang digelar pada Sabtu (3/1/2026) di salah satu aula gedung Setda Kota Cirebon resmi diundur menyusul dinamika yang terjadi dalam forum kegiatan. Sekretaris Karang Taruna Provinsi Jawa Barat, Heri Susanto, menyatakan keputusan tersebut diambil demi menjaga kondusivitas dan marwah organisasi.

Menurut Heri, rangkaian TKKT V hari ini hanya berlangsung hingga tahap pembukaan dan belum memasuki agenda sidang pleno. Penundaan dituangkan dalam berita acara, dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan lima Karang Taruna kecamatan setelah terjadi miskomunikasi antara pengurus kota, panitia SC–OC, serta pengurus kecamatan dan kelurahan, yang memicu perbedaan pandangan dalam forum.

“Situasi tersebut dinilai belum ideal untuk melanjutkan tahapan temu karya. Karena itu, demi menjaga soliditas organisasi, kami sepakat TKKT V Kota Cirebon diundur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, TKKT V akan dijadwalkan ulang setelah terbit pedoman operasional yang mengacu pada Permensos Nomor 9 Tahun 2025, agar pelaksanaan selanjutnya berjalan sesuai regulasi dan kesepahaman bersama.

Terkait kepengurusan, Heri menegaskan bahwa Karang Taruna Kota Cirebon masih dipimpin oleh pengurus saat ini karena masa berlaku SK masih berjalan hingga 28 Januari. Jika hingga batas waktu tersebut pedoman operasional belum terbit, maka dimungkinkan adanya perpanjangan kepengurusan sementara guna menghindari kekosongan organisasi.

Sementara, ketua Karang Taruna kelurahan Karyamulya kecamatan Kesambi, Dwiyan Prayogo, mengatakan bahwa diundurnya TKKT dikarenakan tidak adanya komunikasi dan sosialisasi dari ketua pengurus Karang Taruna Kota Cirebon terkait pembentukan panitia SC-OC kegiatan.

“Mekanisme proses TKKT dari awal tertutup dan tidak transparan, tidak ada sosialisasi ataupun informasi kepada kami selaku pengurus Karang Taruna tingkat kelurahan. Bahkan undangan TKKT untuk pengurus Karang Taruna kecamatan saja pun bersifat dadakan. Itu sebabnya, ketua-ketua Karang Taruna tingkat kelurahan menolak diadakannya TKKT saat ini,” ujarnya.

Dwiyan menegaskan, dirinya dan beberapa ketua Karang Taruna kelurahan menginginkan pemimpin yang mampu membawa Karang Taruna sebagai garda terdepan kekuatan pemuda, bukan hanya muncul saat pemilihan lalu diam tanpa kegiatan setelah terpilih.

Namun demikian, Heri mengajak seluruh warga Karang Taruna se-Kota Cirebon untuk menjaga ketenangan, kondusivitas, dan persatuan. Ia berharap kepemimpinan Karang Taruna Kota Cirebon ke depan diisi figur yang kredibel dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan. (Yudi/SININDO)

Exit mobile version