CIREBON, (cirebonbagus.id).- Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Nur Sa’ada Desa Pengarengan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon menggelar tasyakur khotmil quran, Sabtu (22/8/2020).

Pengasuh atau Kepala TPQ Nur Sa’adah, H Abdurrohman menjelaskan, tasyakur khotmil quran yang digelar pihaknya merupakan yang perdana. Namun para khotimin atau peserta khotmil quran telah mengikuti proses pendidikan Al-Quran di TPQ-nya sejak 2017 lalu.
“Alhamdulillah, untuk pertama kalinya TPQ kami bisa menggelar tasyakur khotmil quran. Ada 16 khotimin yang telah menyelesaikan pendidikan Al-Quran dan mengikuti prosesi khotmil quran sekarang,” ujar H Abdurrohman.
Antusias dan partisipasi masyarakat desa setempat pun, kata pria yang akrab disapa Kang Maman ini, luar biasa. Mereka ikut beramai-ramai mengiring khotimin dan turut memadati lokasi prosesi digelarnya pentas khotmil quran.
“Acara kita gelar dari pagi hingga malam hari. Dan alhamdulillah antusias masyarakat untuk menghadiri acara sangat luar biasa,” ungkap Kang Maman.
Ia melanjutkan, dari pagi acara dimulai dengan mengiring khotimin quran yang dimeriahkan dengan drumband. Star dari Musala Hidayatus Shibyan menuju lokasi acara. Siang hari dilanjutkan dengan prosesi khotmil quran TPQ Nur Sa’adah di panggung acara.
Dilanjutkan sore hari, acara tahlil dan malam harinya, iring-iringan khotimin yang diramaikan dengan hadroh, star dari Musala Al-Hikam. Selanjutnya, penampilan Hadroh Kanjeng, pembagian piagam khotimin di panggung acara. Dan dilanjutkan dengan pengajian umum oleh KH Moh. Zamroni dari Kabupaten Brebes.
“Semoga apa yang didapat dari para santri di TPQ kami ini bisa bermanfaat. Mampu menjadi generasi qurani untuk bekal mereka di dunia maupun akhirat,” kata Kang Maman.
Menurut dia, motivasi berdirinya TPQ Nur Sa’adah tak lain karena antusias masyarakat yang luar biasa, untuk menitipkan anak-anak mereka belajar Al-Quran ke pihaknya. Sehingga, meski baru berdiri 2017 lalu, peserta didik yang belajar di TPQ-nya itu sudah lebih dari 70 anak.
Kang Maman juga menjelaskan, para santri yang menempuh pendidikan di TPQ-nya, tak hanya belajar iqro dan Al-Quran. Namun setiap harinya, mereka juga diajarkan untuk salat berjamaah terutama waktu Magrib dan Isya. Selain itu, berbagai kajian ilmu agama yang lainnya juga mereka pelajari.
“Selain iqro dan Al-Quran, peserta didik juga kami ajak untuk salat berjamaah Magrib dan Isya. Kemudian dilanjutkan dengan mengaji barzanji, tajwid, dan kitab-kitab lainnya,” ujar Kang Maman.(CIBA-05)


