Monday, 2 February 2026
Cirebon Bagus
  • Ciayumajakuning
    • Kabupaten Cirebon
    • Kota Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
  • Ciayumajakuning
    • Kabupaten Cirebon
    • Kota Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
No Result
View All Result
Cirebon Bagus
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Utama

Cirebon Masuk Zona Merah Teroris

17 October 2019
Reading Time: 2 mins read

 

CIREBON, (CB).- Wilayah Jawa Barat (Jabar) ditetapkan sebagai lumbung paham-paham radikal, bahkan Cirebon masuk zona merah teroris. Banyaknya jaringan teroris di Cirebon membuat setiap kejadian teror oleh para teroris di Indonesia sering kali ada kaitannya dengan Cirebon.

ADVERTISEMENT

 

BACAJUGA

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

Kondisi tersebut, membuat jaringan teroris di Cirebon sampai sekarang masih terus dipantau. Bahkan, beberapa hari terakhir, sudah beberapa terduga teroris ditangkap oleh Densus 88.

 

ADVERTISEMENT

Hal itu terungkap dalam kegiatan upaya mencegah tindakan radikalisme, melalui acara “Sosialisasi Ancaman Tantangan dan Gangguan (ATHG)” di Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Kamis (17/10/2019).

 

ADVERTISEMENT

“Provinsi Jawa Barat merupakan lumbungnya paham radikal, Cirebon salah satunya yang masuk zona merah,” kata Kasat Intel Polres Cirebon, Ajun Komisaris Iwan Rasiwan, dalam penyampaian meteri kegiatan tersebut.

 

Iwan menyebutkan, wilayah Kecamatan Klangenan, Plered dan Jamblang masuk zona merah itu.

 

Ia melanjutkan, paham-paham radikal atau teroris ini sudah ada sejak tahun 2001 pascabom Bali 1 dan 2. Kemudian, di Hotel Mariot, Jakarta. Yang awalnya, mereka menyerang simbol-simbol barat. Tetapi, kini bergeser atau berubah serangan yang dituju adalah TNI dan Polri.

 

“Ideologi radikal ini sangat bahaya. Jaringan dan pelakunya bukan hanya laki-laki. Tapi ada perempuannya juga,” ungkap Iwan.

 

Pemateri lainnya, Peneliti Fahmina Istitute, Marzuki Rais menyampaikan, wilayah barat Kabupaten Cirebon telah masuk zona merah sarang teroris. Meskipun ketika dipresentasikan hanya 0,0 sekian persen.

 

Berdasarkan catatan, di wilayah tiga Cirebon ada 51 orang jaringan teroris yang ditangkap Densus 88, dan 10 orang meninggal lantaran menjadi pengantin atau pelaku.

 

“Namun, 10 pelaku tersebut amaliyahnya bukan di Cirebon. Tapi, di luar Cirebon. Kemudian enam orang pelaku lainnya ditahan,” kata Marzuki.

 

Ia menjelaskan, jika diidentifikasikan dengan kategori, yakni berupa jaringan dan pelaku terorisme, hasil penelitian pihaknya di Cirebon wilayah barat yang menjadi zona merah jaringan teroris, yakni tersebar di 12 kecamatan. “Tapi, yang masuk zona merah di Kecamatan Jamblang dan Klangenan,” katanya.

 

Penelitian itu berbeda dengan Densus 88, kata Marzuki. Sebab, dikatakan teroris ketika memenuhi beberapa unsur yang sudah diatur di dalam UU Nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Terorisme.

 

Di tempat yang sama, Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cirebon, Zaenal Abidin mengatakan, di daerahnya ada tiga kecamatan yang masuk zona merah paham radikal. Yakni, Kecamatan Plered, Jamblang dan Klangenan. Hal itu disinyalir dilatarbelakangi karena faktor ekonomi dan sebagainya.

 

“Kita memberikan sosialisasi ini untuk mendeteksi dan mencegah secara dini, mengingat potensi kerawanan dan ancaman di tengah masyarakat terutama terkait paham radikal dan terorisme,” ujar Zaenal.

 

Sementara itu, Camat Klangenan, Dadang Raiman mengaku, tidak mengetahui data rillnya berapa jumlah warga di Kecamatan Klangenan yang termasuk jaringan teroris. Meski demikian, jaringan teroris yang masih ada di kecamatannya tersebut merupakan sel-sel lama yang tidur kemudian tumbuh dan berkembang lagi.

 

“Karena itu, kami di kecamatan langsung mengumpulkan para kuwu untuk mapping di setiap wilayahnya, khususnya pendatang baru,” katanya.

 

Kemudian, lanjut dia, pihaknya juga memberikan pemahaman kepada para tokoh masyarakat agar menjaga kondusivitas dengan pendeteksian dini, mengingat wilayahnya sudah masuk zona merah. (CB-05)

ADVERTISEMENT

BERITATERKAIT

Ekonomi & Bisnis

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi

01 February 2026
Ekonomi & Bisnis

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

01 February 2026
Ekonomi & Bisnis

Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

01 February 2026
Berita Utama

Buah-Buahan Apa Saja di Meja Sembahyang dalam Perayaan Imlek? Ini Maknanya

01 February 2026
Ekonomi & Bisnis

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

01 February 2026
Ekonomi & Bisnis

Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan

01 February 2026

BERITATERPOPULER

  • Pecah! Kedai Batja Cirebon Dibanjiri Tawa di Acara Open Mic Stand Up Indo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buah-Buahan Apa Saja di Meja Sembahyang dalam Perayaan Imlek? Ini Maknanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SMAN 1 Sumber Gandeng Orang Tua, Bahas Pentingnya Eligible dan PDSS Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinergi Sastra dan Teknologi: Bedah Buku “Menulis dengan Jiwa” Sukses Digelar di Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Emas Bertahan Bullish, Sentimen Geopolitik Jadi Penggerak Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT

BERITATERPOPULER

  • Pecah! Kedai Batja Cirebon Dibanjiri Tawa di Acara Open Mic Stand Up Indo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buah-Buahan Apa Saja di Meja Sembahyang dalam Perayaan Imlek? Ini Maknanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SMAN 1 Sumber Gandeng Orang Tua, Bahas Pentingnya Eligible dan PDSS Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinergi Sastra dan Teknologi: Bedah Buku “Menulis dengan Jiwa” Sukses Digelar di Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Emas Bertahan Bullish, Sentimen Geopolitik Jadi Penggerak Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT

BERITATERBARU

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi

01 February 2026

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

01 February 2026

Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

01 February 2026

Buah-Buahan Apa Saja di Meja Sembahyang dalam Perayaan Imlek? Ini Maknanya

01 February 2026

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

01 February 2026
Cirebon Bagus

Kategori

  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Ciayumajakuning
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam

Informasi

  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Advertise
  • Karir
  • Contact

Jaringan Media

  • Sindikasi Indonesia

Copyright @ 2019 - 2023 CirebonBagus.id. All right reserved.

No Result
View All Result
  • Ciayumajakuning
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
  • Kampungku

Copyright @ 2019 - 2023 CirebonBagus.id. All right reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist