Wednesday, 21 January 2026
Cirebon Bagus
  • Ciayumajakuning
    • Kabupaten Cirebon
    • Kota Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
  • Ciayumajakuning
    • Kabupaten Cirebon
    • Kota Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
No Result
View All Result
Cirebon Bagus
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Utama

Desa Tuk Sukses Atasi Masalah Sampah

18 December 2019
Reading Time: 2 mins read

 

CIREBON, (cirebonbagus.id).-Permasalahan penanganan sampah di tingkat Pemerintahan Kabupaten Cirebon masih belum terselesaikan. Bahkan tarik ulur solusi serta kebijakan dalam penanganannya masih menuai polemik hingga penolakan masyarakat.

ADVERTISEMENT

 

BACAJUGA

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Wali Kota Larang Keras Trotoar Jadi Lahan Parkir

SUCOFINDO Perkuat Peran Penilaian Kawasan Berkelanjutan, PIB College Raih Platinum GREENSHIP Neighborhood

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

Namun, hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi di tingkat desa. Seperti yang dilakukan di Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon misalnya.
Masyarakat setempat justru mampu menangani masalah sampah.

Meski baru berjalan empat bulan terakhir, pemerintah desa mengambil langkah membentuk Bank Sampah dan dibangunnya alat pembakar sampah dengan metode Incinerator.

ADVERTISEMENT

“Kini Alhamdulillah tidak ada lagi sampah berserakan di jalanan. Semua habis di tingkat desa tak menyisa. Gagasan ini diambil dari pelajaran sejak beberapa tahun terakhir perihal sampah yang menghantui masyarakat Kabupaten Cirebon. Setelah adanya pengeloaan sampah di sini, maka bagi warga tidak ada lagi persolahan itu,” kata Kuwu (kepala desa) Tuk, Fathurrohman Wijaya kepada wartawan ditemui di lokasi pengolahan sampah di desanya, Rabu (18/12/2019).

Fathurohman mengakui, meski belum sepenuhnya warga Desa Tuk sadar dengan persoalan sampah, namun kehadiran Bank Sampah dan incinerator dinilai telah menyelesaikan persoalan sampah di tingkat desa. Secara bertahap edukasi dan sosialisasi pun terus dilakukan demi menjaga tata kelola desa yang lebih memperhatikan kebersihan lingkungan.

ADVERTISEMENT

 

“Kesadaran warga mungkin baru setengahnya. Tapi itu tidak jadi soal karena sosialisasi terus kami lakukan. Mereka sudah sadar akan dampaknya yang sudah sangat terasa. Sampah tidak lagi berceceran di jalanan,” katanya.

Untuk kapasitas alat pembakaran sampah, kata Kuwu Fathurrohman, mampu menampung hingga 14 gerobak atau setara dengan satu truk sampah. Manakala sampah dalam keadaan kering, kata dia, alat pembakar mampu dipadatkan hingga 20 gerobak yang bisa tertampung perharinya.

Selain program Bank Sampah yang baru berjalan 4 bulan terakhir, pihaknya juga dibantu dengan kelompok yang konsen akan penanganan sampah. Kehadirannya dinilai cukup berdampak positif dalam memberikan edukasi bagi warga.

 

Di antaranya memberikan penyuluhan akan tata cara dan pembiasaan dalam memilah sampah. Sehingga mereka mau memilah terlebih dulu dirumah manakala ada sampah tertentu yang masih bernilai ekonomis.

“Untuk sampah tertentu ada nilai jualnya. Jadi kami berikan edukasi kepada warga sampah-sampah tertentu agar dipilah untuk ditukarkan. Sampah-sampah itu tidak kita bakar. Kita kelola lagi untuk dijual,” terangnya.

Dia menjelaskan, seperti sampah plastik jenis botol air mineral dan bekas kardus. Nantinya akan ditimbang. Terobosannya, kata dia awalnya tak langsung disambut positif. Karena masyarakat belum terbiasa.

 

“Khususnya saat kita arahkan untuk memilah sampah. Warga banyak yang keberatan. Tapi setelah mengetahui ada nilai jualnya, mereka mulai sadar dan mau memilah,” imbuhnya.

Saat ini, sampah plastik yang memiliki nilai jual, dipilah. Yang tidak, langsung dibakar. Sementara ini untuk sampah organik, belum diolah. Kedepan akan dianggarkan untuk membeli mesin pencacah, agar bisa mengolah sampah organik menjadi pupuk.

 

“Jadi kedepan, tidak ada yang tersisa. Semua bernilai. Sampah organik akan dijadikan pupuk. Terobosannya ,akan kita coba agar bisa menjadi pakan ternak,” pungkasnya.(CIBA-06)

ADVERTISEMENT

BERITATERKAIT

Berita Utama

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Wali Kota Larang Keras Trotoar Jadi Lahan Parkir

21 January 2026
Ekonomi & Bisnis

SUCOFINDO Perkuat Peran Penilaian Kawasan Berkelanjutan, PIB College Raih Platinum GREENSHIP Neighborhood

21 January 2026
Ekonomi & Bisnis

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

21 January 2026
Ekonomi & Bisnis

Adira Finance Tanam 350 Mangrove di Dusun Tangkolak Karawang

21 January 2026
Ekonomi & Bisnis

Jaga Keselamatan Perjalanan KA, KAI Daop 4 Semarang Laksanakan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang di Grobogan

21 January 2026
Ekonomi & Bisnis

India dan Global South: Memperkuat Kemitraan demi Masa Depan Bersama

21 January 2026

BERITATERPOPULER

  • Edukasi Kesehatan Reproduksi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan, KBBI Gelar Bedah Buku Reproduksi Remaja dan Wanita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdik Kabupaten Cirebon Klarifikasi Dugaan KKN BKK TIK Tahun 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tertemper dengan Truk, KAI Daop 3 Cirebon Menyampaikan Permohonan Maaf Atas Gangguan Perjalanan KA Menoreh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transformasi Literasi, GENPRO dan KBBI Gelar Diskusi “Dari Buku ke Layar Digital” di Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jadwal dan Harga Tiket Kereta Api Komuter Surabaya Pasuruan Minggu 9 Februari 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT

BERITATERPOPULER

  • Edukasi Kesehatan Reproduksi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan, KBBI Gelar Bedah Buku Reproduksi Remaja dan Wanita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdik Kabupaten Cirebon Klarifikasi Dugaan KKN BKK TIK Tahun 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tertemper dengan Truk, KAI Daop 3 Cirebon Menyampaikan Permohonan Maaf Atas Gangguan Perjalanan KA Menoreh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transformasi Literasi, GENPRO dan KBBI Gelar Diskusi “Dari Buku ke Layar Digital” di Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jadwal dan Harga Tiket Kereta Api Komuter Surabaya Pasuruan Minggu 9 Februari 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT

BERITATERBARU

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Wali Kota Larang Keras Trotoar Jadi Lahan Parkir

21 January 2026

SUCOFINDO Perkuat Peran Penilaian Kawasan Berkelanjutan, PIB College Raih Platinum GREENSHIP Neighborhood

21 January 2026

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

21 January 2026

Adira Finance Tanam 350 Mangrove di Dusun Tangkolak Karawang

21 January 2026

Jaga Keselamatan Perjalanan KA, KAI Daop 4 Semarang Laksanakan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang di Grobogan

21 January 2026
Cirebon Bagus

Kategori

  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Ciayumajakuning
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Politik
  • Ragam

Informasi

  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Advertise
  • Karir
  • Contact

Jaringan Media

  • Sindikasi Indonesia

Copyright @ 2019 - 2023 CirebonBagus.id. All right reserved.

No Result
View All Result
  • Ciayumajakuning
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Ragam
  • Kampungku

Copyright @ 2019 - 2023 CirebonBagus.id. All right reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist